TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Okupansi hotel dan penginapan di Yogyakarta pada masa libur long weekend kali ini cukup menggembirakan.

Meskipun masih berada di masa low season, libur akhir pekan bertepatan dengan perayaan Imlek ini mampu mendongkrak okupansi hingga 70 persen rata-rata.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro.

Menurut catatannya, hotel dan penginapan di ring satu memiliki okupansi hampir menyentuh 90 persen.

Sementara bila secara rata rata okupansi mencapai 70 persen.

“Libur Imlek menjadi faktor utama naiknya okupansi saat ini. Tapi kami masih berharap program Jogja Heboh menjadi faktor yang mempertahankan okupansi hingga masa low season berlalu,” ujar Istidjab,Jumat (16/2/2018).

Lanjut Istidjab, program Jogja Heboh yang diluncurkan selama bulan Februari ini diakuinya belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Menurutnya, hal ini dikarenakan masih banyak wisatawan yang datang ke Yogyakarta melewatkan program ini.

Padahal bila memanfaatkan program yang ada di Jogja Heboh, wisatawan bakal diuntungkan secara budget, sebab banyak promo paket wisata menarik.

Berkaitan dengan hal ini menurut Istidjab semua pihak yang terlibat dalam program ini harus lebih giat lagi mempromosikan program ini.

Sementara itu, GM Yats Colony, Ajeng Ayu Anglaina menuturkan, di masa libur long weekend kali ini, okupansi ditempatnya juga di atas 70 persen.

Rata-rata lama tinggal tamu antara 1 hingga 2 malam.

“Kami menawarkan konsep penginapan berbeda. Untuk liburan wisatawan ini sangat cocok karena kita kustom semuanya, sehingga diharapkan meninggalkan kesan yang mendalam dan membuat betah para tamu,” kata Ajeng. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Long Weekend, Okupansi Hotel di DIY Rata-rata 70%, http://jogja.tribunnews.com/2018/02/16/long-weekend-okupansi-hotel-di-diy-rata-rata-70.
Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti